Deli Serdang – Alkah Dzikir dan Rumah Suluk Baitul Ja’far kembali menggelar kegiatan Beramal Bersama yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Alkah Dzikir dan Rumah Suluk Baitul Ja’far, Klambir V Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan spiritual untuk memperkuat pengamalan zikir serta menanamkan nilai-nilai adab kepada para Anshor dan jamaah.
Beramal Bersama diselenggarakan sebagai upaya memperdalam wawasan keagamaan, khususnya bagi kaula muda Anshor. Dalam lingkungan Baitul Ja’far, Anshor merupakan sebutan bagi anak-anak surau yang mengabdikan diri untuk belajar, beramal, dan mendampingi guru dalam berbagai aktivitas pembinaan. Selain memperkuat amaliah, kegiatan ini juga menjadi sarana mengimplementasikan Adab 9 Keluar Suluk sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam tradisi Thariqat Naqsabandiyah Alkhalidiyah, suluk merupakan proses berkhalwat atau beriktikaf dengan memperbanyak zikir dan pembinaan ruhani selama waktu tertentu. Setelah menyelesaikan suluk, para jamaah dibekali Adab 9 Keluar Suluk sebagai pedoman untuk menjaga istiqamah, adab, serta kualitas pengamalan setelah kembali menjalani aktivitas di tengah masyarakat.
Suasana kebersamaan terasa sejak hari pertama hingga penutupan kegiatan. Anshor, warga sekitar, serta para jamaah mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan semangat persaudaraan dan pengabdian yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan di Alkah Dzikir dan Rumah Suluk Baitul Ja’far.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Alkah Dzikir dan Rumah Suluk Baitul Ja’far, Syaikh Dr. H. Ahmad Baqi Arifin, yang akrab disapa Abi Kiki, menyampaikan sejumlah nasihat kepada para jamaah. Beliau mengajak seluruh Anshor untuk kembali menghidupkan amaliah, adab, dan semangat perjuangan yang telah diwariskan oleh Ayah Guru sebagai bekal dalam menempuh perjalanan spiritual.
“Banyak amalan, adab, dan semangat pengabdian yang perlu kita hidupkan kembali agar perjalanan spiritual tetap berada di atas jalan yang telah dituntunkan para guru,” ujar Abi Kiki.
Beliau juga menekankan bahwa seorang murid hendaknya tidak mudah terpengaruh oleh berbagai penilaian dari luar. Yang harus dijaga adalah kesetiaan kepada guru, adab dalam menuntut ilmu, serta istiqamah dalam mengamalkan tuntunan yang telah diberikan. Menurut beliau, kesetiaan tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan seorang hamba menuju ridha Allah SWT.
Untuk memperjelas makna tersebut, Abi Kiki menyampaikan sebuah perumpamaan bahwa guru bagaikan sebuah pintu menuju Allah SWT. Tugas seorang murid bukanlah mempertanyakan kapan pintu itu akan terbuka, melainkan terus mengetuknya melalui zikir, adab yang baik, keikhlasan, dan pengabdian yang tulus. Layaknya seseorang yang setiap hari membersihkan dan merawat sebuah pintu, suatu saat sang pemilik rumah akan membukakannya kepada tamu yang datang dengan penuh kesungguhan.

Beliau turut mengingatkan agar seorang murid tidak memelihara keraguan terhadap gurunya, meskipun hanya sedikit. Keraguan dapat menjadi penghalang dalam perjalanan ruhani dan menjauhkan seseorang dari kesempatan untuk semakin dekat kepada Allah SWT. Sebaliknya, keyakinan, adab, dan kesungguhan akan menjadi jalan bagi seorang murid untuk terus bertumbuh dalam menapaki perjalanan spiritual.
Kegiatan Beramal Bersama ditutup dengan harapan agar nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti di majelis, tetapi terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Alkah Dzikir dan Rumah Suluk Baitul Ja’far berkomitmen mencetak generasi Anshor yang istiqamah dalam zikir, menjaga adab, serta mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para guru kepada generasi berikutnya.















