Menapaki Jalan Spiritual, Lima Jamaah Resmi Memasuki Thariqat Naqsabandiyah Al-Khalidiyah di Alkah Dzikir Baitul Ja’far

11 July 2026

Durasi baca 2 menit

Deli Serdang – Alkah Dzikir dan Rumah Suluk Baitul Ja’far kembali menyelenggarakan prosesi Pemasukan Thariqat Naqsabandiyah Alkhalidiyah pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini berlangsung sejak sebelum Magrib hingga waktu subuh Minggu (12/7/2026).

Acara ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi generasi penerus thariqat. Tujuannya agar mereka memiliki pemahaman spiritual yang kokoh, menjaga adab, serta istiqamah dalam berzikir.

Pemasukan thariqat merupakan proses resmi bagi seseorang untuk menjadi murid dalam Thariqat Naqsabandiyah Alkhalidiyah. Prosesi ini dilaksanakan atas kemauan sendiri sebagai bentuk kesungguhan menempuh perjalanan spiritual.

Bagi peserta di bawah usia 18 tahun, pelaksanaannya dilakukan dengan pendampingan orang tua. Syaratnya, orang tua peserta harus sudah terlebih dahulu menjadi bagian dari thariqat tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan berkumpulnya para jamaah sebelum Salat Magrib. Setelah Salat Isya berjamaah, seluruh peserta mendengarkan nasihat dari Dr. H. Sayyidi Syeikh Ahmad Baqi Arifin, S.H., M.H., M.M., C.PM., yang merupakan Pimpinan Alkah Dzikir dan Rumah Suluk Baitul Ja’far, atau yang akrab disapa Abi Kiky.

Selanjutnya, prosesi pembaiatan dipimpin oleh Abangda Syaiful Akbari selaku petugas penthariqat dan Pimpinan Zahiriyah. Acara dilanjutkan dengan tawajuh tengah malam sebagai bagian dari pembinaan ruhani jamaah.

Keesokan harinya, seluruh peserta mengikuti Tahlil Subuh. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sarapan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Dalam nasihatnya, Abi Kiky menekankan pentingnya kesiapan hati dan keyakinan dalam menempuh perjalanan menuju Allah SWT.

Beliau mengibaratkan pengalaman seseorang saat memasuki jalan thariqat dengan peristiwa Nabi Muhammad SAW menerima wahyu di Gua Hira.

“Saat itu, Rasulullah SAW merasakan kegelisahan karena menghadapi pengalaman yang belum pernah dialami sebelumnya,” ujar Beliau.

Menurut Beliau, rasa asing yang muncul saat seseorang menempuh jalan spiritual adalah hal yang wajar. Hal itu menjadi bagian dari proses mengenal Allah SWT lebih dekat.

Beliau juga menyampaikan pesan dari Ayahanda Guru, Prof. Dr. H. Sayyidi Syeikh Kadirun Yahya Al-khalidiyah. Pesan tersebut sering disampaikan dalam berbagai seminar.

“Keberadaan seorang mursyid bukanlah hijab yang menghalangi hubungan seorang hamba dengan Allah SWT,” tegas Beliau.

Sebaliknya, mursyid merupakan pembimbing bagi murid. Tujuannya agar murid dapat menempuh perjalanan spiritual dengan benar dan tetap istiqamah dalam setiap amalan.

Untuk memudahkan pemahaman, Beliau memberikan analogi tentang salat berjamaah. Makmum mengikuti imam sebagai bentuk adab dan keteraturan dalam beribadah.

“Namun, seluruh ibadah yang dikerjakan tetap ditujukan hanya kepada Allah SWT,” jelas Beliau.

“Demikian pula dalam perjalanan thariqat, seorang murid menghormati gurunya sebagai pembimbing, sementara seluruh amal tetap menjadi bentuk penghambaan kepada Allah SWT,” tambah Beliau.

Prosesi pembaiatan berlangsung khidmat dan disaksikan oleh warga Alkah Dzikir dan Rumah Suluk Baitul Ja’far. Suasana kekeluargaan mencerminkan semangat kebersamaan dalam membina generasi penerus.

Para peserta yang resmi memasuki thariqat diharapkan mampu menjaga amaliah zikir. Mereka juga dituntut memelihara adab kepada guru serta istiqamah dalam menjalankan tuntunan.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal dalam membentuk pribadi yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, mereka diharapkan mampu meneruskan perjuangan dakwah kepada generasi berikutnya.

Share this post

July 11, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Telah Terbit: Trilogi

Telah terbit 3 buku (Trilogi) karya Dr. H. Abi Ahmad Baqi Arifin, SH. MH. MBA. CPM. Cphm dengan judul “Cahaya Terang“, “Kematian Kedua” dan “Semesta Keabadian. Hubungi kami untuk pemesanan (Rp. 350.000/paket).