Hangat dalam Silaturahmi, Syekh Ahmad Baqi Arifin Bertemu Syekh Ali Akbar Marbun di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar

25 September 2026

•

Durasi baca 2 menit

Medan — Silaturahmi menjadi ruang untuk mempertemukan para tokoh dan memperluas hubungan persaudaraan. Hal tersebut tergambar dalam kunjungan Syekh Ahmad Baqi Arifin dari Baitul Ja’far kepada Syekh KH. Ali Akbar Marbun, pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan, Kamis, 24 September 2026.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Syekh Ali Akbar Marbun tersebut berjalan dalam suasana santai dan penuh keakraban. Setibanya di lokasi, Syekh Ahmad Baqi Arifin disambut langsung oleh Syekh Ali Akbar Marbun bersama sejumlah santri.

Tidak berlangsung dalam suasana yang formal, pertemuan tersebut diisi dengan perbincangan ringan mengenai berbagai pengalaman dan perjalanan masing-masing. Canda dan tawa turut mewarnai percakapan, menciptakan suasana kekeluargaan di antara keduanya.

Di tengah perbincangan, keduanya juga mengenang serta membicarakan sosok Ayahanda Guru Syaidi Syekh Prof. Dr. Kadirun Yahya, M.Sc. Sosok beliau menjadi salah satu bagian penting dalam percakapan, sekaligus menghadirkan nuansa penghormatan terhadap perjalanan keilmuan dan spiritual yang diwariskan kepada generasi setelahnya.

Syekh KH. Ali Akbar Marbun sendiri merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar. Berdasarkan sejarah yang dimuat oleh pihak pesantren, perjalanan keilmuan beliau telah dimulai sejak usia muda melalui sejumlah guru di Sumatera Utara sebelum melanjutkan pengembaraan ilmu ke Makkah. Setelah kembali ke Medan pada 1978, beliau mendirikan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar.

Dalam perjalanan awal tersebut, Syekh Ali Akbar Marbun tercatat pernah belajar Tauhid dan Tasawuf kepada Syech Baringin Zainal Abidin dan Syech Faqih Kayo serta mengambil Tarekat Samaniyah selama kurang lebih satu tahun. Setelah itu, perjalanan keilmuannya berlanjut ke Pesantren Musthafawiyah Purba Baru dan kemudian ke Makkah untuk memperdalam ilmu agama kepada sejumlah ulama.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari latar belakang keilmuan Syekh Ali Akbar Marbun yang kemudian berkembang melalui Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar. Hingga kini, pesantren tersebut menjalankan pendidikan dengan memadukan kurikulum kepesantrenan dengan kurikulum Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, serta memberikan pendalaman terhadap berbagai bidang ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fikih, akhlak, tauhid, nahwu, sharaf dan balaghah.

Dalam konteks silaturahmi, pertemuan antara Syekh Ahmad Baqi Arifin dan Syekh Ali Akbar Marbun menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi pengalaman, sekaligus menjaga hubungan baik di antara tokoh-tokoh yang memiliki perhatian terhadap pendidikan dan kehidupan keislaman.

Pertemuan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan hingga suasana terasa seperti perjumpaan antarkeluarga. Tidak hanya menjadi kesempatan untuk berbincang, silaturahmi ini juga memperlihatkan bagaimana pertemuan antartokoh dapat menjadi ruang untuk saling menghargai perjalanan, pengalaman, dan latar belakang keilmuan masing-masing.

Dari Baitul Ja’far menuju Al-Kautsar Al-Akbar, perjumpaan itu akhirnya tidak sekadar menjadi kunjungan biasa. Ia menjadi bagian dari perjalanan silaturahmi yang terus dirawat—mempertemukan pengalaman, keilmuan, dan persaudaraan dalam suasana yang sederhana namun penuh makna.

Share this post

September 25, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Telah Terbit: Trilogi

Telah terbit 3 buku (Trilogi) karya Dr. H. Abi Ahmad Baqi Arifin, SH. MH. MBA. CPM. Cphm dengan judul “Cahaya Terang“, “Kematian Kedua” dan “Semesta Keabadian“. Hubungi kami untuk pemesanan (Rp. 350.000/paket).