Pererat Tali Silaturahmi, Baitul Ja’far dan Babussalam di Basilam Jalin Ukhuwah Sesama Thariqat Naqsyabandiyah

24 August 2026

Durasi baca 2 menit

Langkat, 24 Agustus 2026 — Dalam semangat mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, Baitul Ja’far melakukan kunjungan silaturahmi ke Babussalam, Besilam, Kabupaten Langkat, Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan sesama pengamal Thariqat Naqsyabandiyah dalam suasana hangat, santai, dan penuh kekeluargaan.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Syekh Dr. H. Zikmal Fuad, M.A., selaku Tuan Guru Babussalam ke-12, serta Syekh Dr. H. Ahmad Baqi Arifin, S.H., M.M., M.H., MBA., CPM. dari Baitul Ja’far.

Sejak kedatangan, suasana keakraban langsung terasa. Syekh Zikmal Fuad menyambut kedatangan dengan hangat dan mengajak berbincang santai. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama dan diskusi dalam suasana kekeluargaan.

Dalam perbincangan tersebut, turut dibahas mengenai kedekatan hubungan antara Babussalam dan Baitul Ja’far dalam perjalanan Thariqat Naqsyabandiyah. Secara historis, Syekh Abdul Wahab Rokan, pendiri Babussalam, merupakan murid dari Syekh Sulaiman Zuhdi. Sementara jalur silsilah yang berkembang di Baitul Ja’far juga memiliki keterhubungan dengan jalur Syekh Sulaiman Zuhdi melalui Syekh Ali Ridho.

Kedekatan hubungan tersebut menjadi salah satu hal yang memperkuat pentingnya silaturahmi. Meskipun dalam perkembangannya terdapat beberapa perbedaan dalam praktik maupun cara menjalankan tradisi thariqat, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk membangun hubungan persaudaraan.

Dalam diskusi yang berlangsung secara terbuka dan santai, Syekh Zikmal Fuad menjelaskan bahwa keberadaan beberapa mursyid dengan pilihan dan sikap masing-masing merupakan bagian dari dinamika perjalanan thariqat. Perbedaan tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh, terlebih ketika hubungan silsilah dan persaudaraan memiliki kedekatan yang kuat.

Suasana kekeluargaan juga terlihat dalam jamuan makan yang diberikan kepada seluruh yang hadir. Tidak ada perlakuan yang dibedakan berdasarkan kedudukan. Semua menikmati jamuan bersama dalam suasana sederhana dan penuh keakraban.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk saling mengenal dan memahami berbagai hal dalam perjalanan Thariqat Naqsyabandiyah. Perbedaan yang ada ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan masing-masing, sementara persaudaraan tetap menjadi hal yang perlu dijaga.

Syekh Zikmal Fuad juga menyampaikan rasa bahagia atas kedatangan Baitul Ja’far. Pertemuan tersebut menjadi momentum yang memperlihatkan bahwa silaturahmi dapat terjalin dengan hangat tanpa harus menghilangkan identitas dan perbedaan yang ada.

Bagi Baitul Ja’far, kunjungan ini bukan tentang mencari siapa yang paling utama, melainkan bagaimana hubungan persaudaraan tetap terjaga. Semangat yang dibangun adalah merajut silaturahmi tanpa supremasi, dengan mengedepankan ukhuwah, saling menghormati, dan saling memahami.

Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas hubungan baik dengan para Syekh dan lingkungan thariqat lainnya. Baitul Ja’far juga berencana melanjutkan kunjungan silaturahmi kepada para Syekh lainnya sebagai bagian dari upaya membangun Ukhuwah Islamiyah yang semakin baik.

Pada akhirnya, perbedaan dalam perjalanan thariqat tidak harus menjadi jarak. Justru melalui silaturahmi, perbedaan dapat dipahami dengan lebih baik dan persaudaraan dapat terus dirawat.

Share this post

August 24, 2026

Copy Title and Content
Content has been copied.

Telah Terbit: Trilogi

Telah terbit 3 buku (Trilogi) karya Dr. H. Abi Ahmad Baqi Arifin, SH. MH. MBA. CPM. Cphm dengan judul “Cahaya Terang“, “Kematian Kedua” dan “Semesta Keabadian. Hubungi kami untuk pemesanan (Rp. 350.000/paket).