Medan, 14 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati 11 tahun Haul Mama Bhe, Baitul Ja’far kembali menggelar kegiatan berbagi melalui program Baitul Ja’far Berbagi Nasi Barokah. Sebanyak 1.115 bungkus nasi dibagikan kepada masyarakat di lingkungan Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Haul ke-11 Mama Bhe, yang memperingati 11 tahun wafatnya beliau. Momentum tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan dan mengenang jasa almarhumah, tetapi juga diwujudkan melalui amal kebaikan dan berbagi kepada sesama.
Angka 1.115 bungkus nasi yang dibagikan memiliki makna tersendiri. Jumlah tersebut merupakan simbol yang merujuk pada Haul ke-11 dan tanggal 15, sehingga diwujudkan dalam bentuk 1.115 bungkus Nasi Barokah yang dibagikan kepada masyarakat.
Mama Bhe merupakan Hj. Isma Khaizerani, putri ketiga dari almarhum Opa Jafar Ali dan Oma Sri Hayati. Almarhumah juga merupakan kakak kandung dari Ketua Alkah Baitul Ja’far, Dr. H. Ahmad Baqi Arifin, S.H., M.M., MBA., M.H., CPM. Selain itu, beliau merupakan ibu dari Abangda Abdul Razak (Bang Ozza), yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor II Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, serta Abangda Oshan, adik dari Bang Ozza.
Almarhumah Hj. Isma Khaizerani juga merupakan salah satu sosok yang turut hadir dalam perjalanan awal perjuangan Baitul Ja’far hingga berkembang dan terus berjalan sampai hari ini. Karena itu, peringatan haul tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok almarhumah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan melalui semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
Persiapan kegiatan telah dimulai sejak Kamis (13/8/2026). Warga Baitul Ja’far bersama anak-anak surau bergotong royong mempersiapkan dan memasak nasi serta hidangan yang akan dibagikan keesokan harinya. Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan pelaksanaan wirid rutin di Baitul Ja’far.

Semangat gotong royong terlihat dalam proses persiapan. Kontribusi tidak hanya diberikan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui tenaga dan keterlibatan langsung dalam proses memasak hingga mempersiapkan nasi untuk dibagikan.
Kegiatan Baitul Ja’far Berbagi Nasi Barokah sendiri merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin. Dalam pelaksanaannya, masyarakat dan jamaah diberikan kesempatan untuk ikut mengambil bagian dalam kebaikan, baik melalui sumbangan dana maupun tenaga.
Kegiatan ini digagas bersama oleh warga dan jamaah Baitul Ja’far, yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Dr. H. Ahmad Baqi Arifin, yang akrab dikenal sebagai Abi Kiki. Ia mengajak warga dan jamaah untuk bersama-sama mengambil bagian dalam kegiatan berbagi tersebut, baik melalui dukungan materi maupun tenaga.
Abi Kiki juga kerap menyampaikan pentingnya sedekah sebagai amal yang memiliki nilai luas dan tidak mudah diukur hanya berdasarkan bentuk atau jumlah pemberiannya.
“Sedekah adalah amalan yang sulit kita hitung nilainya. Ketika seseorang ikut membungkus satu bungkus nasi dengan tenaganya, misalnya, ia juga mengambil bagian dalam kebaikan. Begitu pula orang yang menyumbangkan uang. Keduanya sama-sama berkontribusi dalam menghadirkan manfaat dan berbagi kepada sesama.”
Setelah seluruh persiapan selesai, sebanyak 1.115 bungkus Nasi Barokah kemudian dibawa untuk dibagikan di MJDA (Masjid Darul Amin), Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, seusai pelaksanaan Salat Jumat.

Pembagian dilakukan langsung oleh Ansor dan anak-anak surau Baitul Ja’far. Nasi Barokah tersebut kemudian diterima oleh berbagai kalangan yang berada di lingkungan Panca Budi, mulai dari anak-anak TK, SD, SMP, SMA, dan SMK Panca Budi, mahasiswa, staf dan pegawai, hingga jamaah yang melaksanakan Salat Jumat berjamaah di MJDA.
Bagi Baitul Ja’far, kegiatan berbagi tersebut bukan sekadar membagikan makanan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian, mempererat kebersamaan, serta mengajak lebih banyak orang untuk terlibat dalam amal kebaikan.
Melalui kegiatan yang dilakukan secara gotong royong tersebut, peringatan 11 Tahun Haul Mama Bhe diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang, tetapi juga diwujudkan melalui amal yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Semangat berbagi inilah yang terus diupayakan Baitul Ja’far melalui kegiatan Nasi Barokah sebagai bagian dari kepedulian, kebersamaan, dan upaya meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Baitul Ja’far.
















