Deli Serdang — Baitul Ja’far kembali menyelenggarakan suluk rutin sebagai penutup rangkaian putaran suluk sepanjang tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai 22 Oktober hingga 1 November 2026 ini menjadi momentum penting bagi para jamaah, tidak hanya untuk menyelesaikan rangkaian suluk tahunan, tetapi juga mempersiapkan keberlanjutan pelayanan dan pelaksanaan kegiatan suluk di Baitul Ja’far.
Suluk yang berlangsung di Baitul Ja’far tersebut dipimpin oleh Syaidi Syekh Dr. H. Ahmad Baqi Arifin, S.H., M.M., MBA., CPM., dengan didampingi Pimpinan Zahiriyah Abangda Suryadi Muchtar. Kegiatan ini diikuti oleh 43 peserta yang terdiri dari kalangan abang-an maupun kakak-an.
Sebagai suluk rutin yang dilaksanakan pada penghujung putaran tahunan, kegiatan ini memiliki arti tersendiri dalam perjalanan pembinaan jamaah. Selain menjadi penutup rangkaian suluk selama satu tahun, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk mempersiapkan kader-kader yang nantinya dapat mengambil peran dalam membantu pelaksanaan kegiatan suluk berikutnya.

Salah satu kabar menggembirakan dari pelaksanaan suluk kali ini adalah diangkatnya sejumlah petugas baru. Terdapat satu orang yang diangkat sebagai pentawajuh, dua orang petoto, serta dua orang kakak-an D1. Kehadiran petugas-petugas baru ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan Baitul Ja’far dalam menyelenggarakan kegiatan suluk pada putaran selanjutnya.
Hal yang menjadi perhatian khusus adalah terangkatnya seorang pentawajuh yang merupakan Anshor Baitul Ja’far. Dengan demikian, Baitul Ja’far kini memiliki tambahan kader yang dapat menjalankan tugas memimpin tawajuh dalam kegiatan tawajuh harian. Hal ini menjadi perkembangan positif bagi keberlangsungan aktivitas keagamaan di lingkungan Baitul Ja’far, sekaligus menunjukkan adanya proses kaderisasi yang terus berjalan.
Selain rangkaian suluk dan pengangkatan petugas baru, penutupan kegiatan juga diwarnai dengan persiapan kenduri. Sebanyak lima ekor kambing disembelih untuk keperluan kenduri penutupan suluk sebagai bagian dari tradisi kebersamaan yang menyertai penghujung rangkaian kegiatan.

Pada kesempatan yang sama, Baitul Ja’far juga melaksanakan kegiatan berbagi dengan membagikan sebanyak 700 bungkus nasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Yang Mulia Umi Habibah, istri dari Yang Maha Mulia Syaidi Syekh Prof. Dr. Kadirun Yahya, M.Sc., sekaligus nenek dari Syaidi Syekh Dr. H. Ahmad Baqi Arifin.
Peringatan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan ungkapan kasih kepada sosok Yang Mulia Umi Habibah. Melalui pembagian nasi, momentum hari istimewa beliau dikenang dengan kegiatan berbagi yang membawa manfaat bagi masyarakat. Kebahagiaan tersendiri hadir ketika peringatan tersebut dapat diisi dengan kegiatan yang mengandung nilai kepedulian dan kebersamaan.
Rangkaian penutupan suluk tahun ini memperlihatkan beberapa hal penting bagi Baitul Ja’far. Di satu sisi, berakhirnya putaran suluk tahunan menjadi penanda selesainya satu rangkaian pembinaan jamaah. Di sisi lain, pengangkatan petugas baru menjadi bekal untuk melanjutkan pelayanan dan pelaksanaan kegiatan pada masa mendatang.
Dengan berakhirnya suluk rutin pada 1 November 2026, Baitul Ja’far menutup putaran suluk tahun ini dengan sejumlah kabar baik: bertambahnya petugas, tumbuhnya kader baru dari kalangan Anshor, serta terlaksananya kegiatan berbagi sebagai bentuk penghormatan kepada Yang Mulia Umi Habibah. Sebuah penutup yang tidak hanya menandai berakhirnya satu putaran kegiatan, tetapi juga menjadi awal bagi keberlanjutan pengabdian pada putaran berikutnya.















