Deli Serdang — Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Baitul Ja’far melaksanakan Suluk Maulid yang berlangsung selama 10 hari, mulai Kamis, 27 Agustus hingga Minggu, 6 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Baitul Ja’far, Klambir V Kebun, Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, tersebut diikuti oleh 48 jamaah Thariqat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.
Selama pelaksanaan Suluk Maulid, rangkaian kegiatan dipimpin oleh Syekh Dr. H. Ahmad Baqi Arifin, S.H., M.M., M.H., MBA., CPM., selaku Pimpinan Zahiriyah sekaligus Ketua Alkah Baitul Ja’far. Dalam menjalankan prosesi suluk, beliau turut didampingi oleh Pimpinan Zahiriyah Syaiful Akbari.
Suluk Maulid ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan Baitul Ja’far dalam menyambut momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama sepuluh hari, para jamaah menjalani rangkaian suluk dalam suasana yang diarahkan pada kekhusyukan, kebersamaan, serta pendalaman pengamalan thariqat.
Sebagaimana pelaksanaan suluk yang berlangsung di Baitul Ja’far, rangkaian kegiatan diawali dengan kenduri. Tradisi tersebut kembali dilakukan pada penghujung suluk sebagai kenduri tutup suluk setelah para jamaah menyelesaikan rangkaian selama sepuluh hari.

Menjelang penutupan, pada Sabtu malam, 5 September 2026, setelah salat Isya, dilaksanakan pembacaan Adab di luar rangkaian suluk. Kegiatan ini menjadi bagian rutin dalam setiap penutupan suluk sekaligus menjadi momentum untuk menyampaikan kembali pesan-pesan Ayahanda Guru Syaidi Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, M.Sc.
Persiapan kenduri tutup suluk juga dilakukan dengan pemotongan empat ekor kambing yang kemudian diolah untuk disajikan dalam kenduri. Persiapan tersebut menjadi bagian dari kebersamaan para jamaah dalam menyambut berakhirnya rangkaian Suluk Maulid.
Setelah menjalani suluk selama sepuluh hari, rangkaian tersebut ditutup pada Minggu, 6 September 2026. Kenduri menjadi penanda berakhirnya rangkaian sekaligus ruang kebersamaan bagi para jamaah setelah menyelesaikan Suluk Maulid.
Pelaksanaan Suluk Maulid di Baitul Ja’far tidak hanya menjadi rangkaian kegiatan menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para jamaah untuk menjalani masa suluk bersama dalam suasana yang khidmat.
Dengan berakhirnya rangkaian tersebut, Baitul Ja’far melanjutkan persiapan menyambut momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dengan membawa semangat kebersamaan dan pengamalan yang telah dijalani selama pelaksanaan Suluk Maulid.















