Medan — Suasana hangat dan penuh kebahagiaan menyelimuti Rumbes (Rumah Besar) Kompleks Universitas Pembangunan Panca Budi pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Keluarga besar berkumpul untuk merayakan hari ulang tahun Oma Sri Hayati dalam suasana penuh kekeluargaan.
Perayaan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut dihadiri anak-anak dan cucu-cucu Oma Sri Hayati, keluarga serta kerabat, dan sebagian jamaah yang turut hadir. Kebersamaan tersebut membuat perayaan berlangsung meriah sekaligus menghadirkan suasana kekeluargaan yang begitu terasa.
Oma Sri Hayati merupakan putri dari Ayahanda Guru Syaidi Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, M.Sc., serta istri dari Opa Jafar Ali. Dalam keluarga, Oma Sri Hayati merupakan ibu dari empat orang anak, yakni Hj. Isma Khaizerani, Dra. Hj. Irma Fatmawati, M.H., Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., serta Dr. H. Ahmad Baqi Arifin, S.H., M.M., M.H., MBA., CPM.
Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M. saat ini dikenal sebagai Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, sementara Dr. H. Ahmad Baqi Arifin merupakan Ketua Alkah Dzikir Baitul Ja’far.

Perayaan tersebut berlangsung dengan rangkaian sederhana namun penuh makna. Keluarga bersama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan kue dan pemberian hadiah kepada Oma Sri Hayati.
Kemeriahan semakin terasa ketika sejumlah keluarga mempersembahkan lagu untuk Oma. Momen kebersamaan itu juga dilengkapi dengan penayangan rangkaian foto kenangan keluarga yang menjadi bagian khusus dari perayaan.
Salah satu persembahan istimewa dalam acara tersebut adalah lagu “Steady Shore”, karya Dr. H. Ahmad Baqi Arifin yang secara khusus diciptakan untuk ulang tahun Oma Sri Hayati. Lagu tersebut ditampilkan bersamaan dengan rangkaian foto kenangan, menghadirkan suasana yang semakin personal dan menyentuh bagi keluarga yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Ahmad Baqi Arifin juga menyampaikan kata sambutan di hadapan keluarga dan para tamu yang hadir.

Bagi keluarga besar, perayaan ulang tahun Oma Sri Hayati menjadi lebih dari sekadar seremoni. Kehadiran anak-anak, cucu-cucu, keluarga, kerabat, dan jamaah menjadi gambaran kebersamaan yang terbangun di tengah keluarga besar.
Rangkaian acara berlangsung dalam suasana penuh keceriaan hingga selesai. Canda, lantunan lagu, dokumentasi kenangan, serta kebersamaan lintas generasi menjadikan pagi itu sebagai momentum untuk mengenang perjalanan keluarga sekaligus memberikan perhatian dan kasih sayang kepada sosok Oma Sri Hayati.















