Simalungun — Baitul Ja’far kembali melakukan kunjungan silaturahmi ke salah satu pusat persulukan di Sumatera Utara. Sebanyak 20 orang berangkat dari Baitul Ja’far pada Minggu pagi, 20 September 2026, menuju Persulukan Tuan Guru Batak (TGB), Serambi Babussalam, Simalungun.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga dan memperkuat silaturahmi di antara sesama pengamal Thariqat Naqsyabandiyah. Rombongan berangkat dari Baitul Ja’far sekitar pukul 08.30 WIB dengan membawa semangat untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Tuan Guru Batak dan keluarga besar Serambi Babussalam.
Setibanya di Persulukan Tuan Guru Batak, rombongan disambut langsung oleh Tuan Guru Batak, Syaidi Syekh Dr. Ahmad Sabban El Rahmaniy Rajagukguk. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Rombongan kemudian dijamu makan siang sembari berbincang dalam suasana kekeluargaan.

Dalam pertemuan tersebut, pembicaraan turut mengarah pada keserumpunan dalam Thariqat Naqsyabandiyah. Kesamaan dalam jalan thariqat menjadi salah satu landasan yang mempertemukan kedua pihak dalam suasana persaudaraan dan saling menghormati.
Dalam kesempatan itu, Tuan Guru Batak juga menunjukkan penghormatan yang tinggi terhadap Yang Mulia Ayahanda Guru Syaidi Syekh Dr. Kadirun Yahya Al-Khalidi, M.Sc. Penghormatan tersebut menjadi salah satu bagian yang mewarnai perbincangan dalam suasana silaturahmi, sekaligus memperlihatkan adanya penghargaan terhadap sosok guru yang memiliki tempat penting dalam perjalanan spiritual para murid dan pengamal Thariqat Naqsyabandiyah.

Setelah makan siang dan berbincang, rombongan melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan salat Zuhur bersama. Usai salat, pertemuan kembali dilanjutkan dalam suasana yang lebih santai dan kekeluargaan di teras Masjid Syekh Abdurrahman Rajagukguk.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar cerita dan mempererat hubungan antara Baitul Ja’far dengan keluarga besar Persulukan Tuan Guru Batak. Tidak hanya berlangsung sebagai kunjungan, suasana pertemuan juga memperlihatkan kedekatan dan penghormatan di antara sesama pengamal Thariqat Naqsyabandiyah.
Kunjungan ke Serambi Babussalam Simalungun ini menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi Baitul Ja’far kepada berbagai tempat dan tokoh yang memiliki keterkaitan dalam perjalanan Thariqat Naqsyabandiyah. Melalui pertemuan dan komunikasi yang terbuka, silaturahmi terus dijaga sebagai bagian dari kebersamaan dalam menempuh jalan thariqat.















