Subulussalam — Menyambut momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Alkah Dzikir Baitul Babussalam di Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, melaksanakan Suluk Maulid selama 10 hari, mulai Kamis, 27 Agustus hingga Minggu, 6 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 jamaah dan diselenggarakan di Baitul Babussalam di bawah kepemimpinan Ketua Alkah H. Abdul Hamid Padang bersama Pimpinan Zahiriyah Abangda Suryadi Muchtar.
Pelaksanaan Suluk di Baitul Babussalam turut mendapat dukungan dari Alkah Dzikir Baitul Ja’far, Klambir V Kebun, Deli Serdang. Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan, Baitul Ja’far mengirimkan tujuh orang petugas panitia dari Medan untuk membantu jalannya rangkaian Suluk.
Tujuh petugas tersebut terdiri dari lima abang-an dan dua kakak-an. Kehadiran panitia dari Baitul Ja’far menjadi bagian dari kebersamaan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Suluk di Baitul Babussalam.

Sebagaimana pelaksanaan Suluk di Baitul Ja’far, rangkaian kegiatan di Baitul Babussalam juga diisi dengan kenduri. Pada kesempatan tersebut, kenduri disiapkan dengan satu ekor sapi untuk kemudian diolah dan disajikan bersama dalam rangkaian kegiatan penutupan Suluk.
Setelah menjalani rangkaian Suluk selama sepuluh hari, kegiatan ditutup pada Minggu, 6 September 2026. Penutupan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan tidak hanya dihadiri oleh para peserta Suluk.
Warga sekitar turut hadir meramaikan kegiatan penutupan, bersama perangkat Desa Suka Makmur. Kehadiran masyarakat dan unsur pemerintahan desa tersebut membuat suasana penutupan semakin semarak sekaligus menunjukkan keterlibatan lingkungan sekitar dalam mendukung kegiatan yang berlangsung di Baitul Babussalam.
Suluk Maulid di Baitul Babussalam menjadi salah satu rangkaian kegiatan keagamaan dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama sepuluh hari, para jamaah menjalani rangkaian Suluk bersama, sementara dukungan panitia dari Baitul Ja’far turut memperkuat kebersamaan antara kedua Alkah Dzikir tersebut.
Dengan berakhirnya Suluk pada 6 September, rangkaian kegiatan ditutup dalam suasana kebersamaan bersama jamaah, warga sekitar, dan perangkat desa yang hadir di Baitul Babussalam.















